Ini Dia 5 Fakta Tentang Esemka. No 5 Membuat Kita Pesimis Esemka Bakal Diluncurkan 2018

1.Gubernur Soekarwo pernah menentang rencana Mobnas Esemka

Gubernur Jawa Timur saat itu, Soekarwo (2009-2014) pernah menyatakan bahwa Mobil Nasional Esemka belum layak diproduksi. Akibatnya saat itu Gubernur Soekarwo banyak dibully terkait pernyataannya tentang Mobnas Esemka. Saat itu keberatan Gubernur karena menganggap mobil buatan pelajar SMK itu belum adanya bukti standart keselamatan produk.

Bahkan menurutnya, produk mobil yang digadang-gadang sebagai embrio mobil nasional ini masih belum layak untuk digunakan jarak jauh. “Jadi yang beli itu bukan untuk digunakan jarak jauh karena standart quality nya masih belum. Paling-paling muter-muter halaman kantor,” ujarnya.

 

2. Djoko Kirmanto dan Roy Suryo pembeli awal Esemka

Roy Suryo adaalah salah satu pendukung produksi mobil nasional Esemka, Roy pun memesan salah satu mobil yang diproduksi di bawah payung PT Solo Manufaktur Kreasi tersebut. Ia meminta dibuatkan mobil un­tuk adventure berkabin ganda (double cabin). Mobil ini diberi nama Digdaya.

Perlu menunggu waktu setahun bagi Roy Suryo mendapatkan mobil pesanannya. Mobil itu kemudian ditaruh di Solo. Niat Roy agar SMK memamerkannya ketimbang ditaruh di garasi, agar masyarakat bisa melihat dan mencobanya.

Mobil 4X2 yang dipesan Roy ini sudah menunjukkan kemam­puannya. Diajak bermain offroad ringan di Boyolali, Jawa Tengah, mobil tersebut tak menemui masalah. Medan untuk menguji Esemka Digdaya disesuai den­gan kemampuan mobil.

Mobil buatan anak Indonesia juga disukai pejabat negeri ini. Adalah Mantan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto (2009-2014). Menurutnya, mobil Esemka ini perlu dikembangkan. Selain hemat energi, mobil ini juga buatan anak bangsa kita sendiri.

Mobnas Esemka yang dipakai Djoko adalah produksi pertama yang dikeluarkan Esemka. Djoko memakai setelah uji kelayakan Esemka sudah keluar. Seperti janjinya yang akan memakai Esemka kalau uji kelayakan sudah keluar.

 

3. Esemka pernah Diselingkuhi dengan Kerjasama antar Pemerintah RI dengan Proton

Ditengah upaya menggairahkan kembali Mobil Nasional yang diharapkan akan lahir dengan adanya Esemka, ternyata Presiden Jokowi saat lawatan ke Malaysia menghadiri penan­datanganan kerja sama antara PT Adiperkasa Cipta Lestari –milik AM Hendropriyono– dengan Proton. Kedua pihak sepakat untuk mengembangkan mobil nasional (mobnas).

Presiden membantah dengan menegaskan, kerja sama antara PT Adiperkasa Citra Lestari dan Proton Holdings Bhd, merupakan kerja sama antar-perusahaan. Meski demikian, Roy tak percaya dengan bantahan ini. Politisi Partai Demokrat itu menilai, Jokowi hanya men­cari alasan dengan menyatakan MoU tersebut adalah business to business.

Baca juga:  "Pondok Bobrok, Langgar Bubar, Santri Mati," Kisah Penyerangan Sadis PKI ke Pondok Gontor Ponorogo

Menurut Roy, jika itu hanya perjanjian bisnis antar perusa­haan swasta, maka seharusnya Jokowi tidak perlu hadir di acara tersebut. Cukup Hendropriyono dan pihak Proton saja.

 

4. Mobil Esemka 3 Kali (Gagal?) Diluncurkan

Mobil Esemka pertama kali siap diluncurkan adalah tanggal 10 November 2012, bertepatan dengan hari pahlawan. Saat itu mobil Esemka selain akan dipamerkan, mobil tersebut juga sudah bisa dipesan oleh masyarakat umum. Seperti yang dikatakan Direktur Pelayanan dan Pengembangan Solo Techno Park (STP), Gampang Sarwono kepada VIVAnews. “Pada tanggal 10 November nanti hanya sekedar launching mobil Esemka yang telah lolos uji.”

Mobil Esemka yang dilaunching meliputi mobil Esemka Rajawali II dan Esemka Bima. Menurutnya dua jenis mobil ini sudah dinyatakan lolos uji kelaikan jalan. Eesemka Rajawali merupakan jenis mobil SUV sedangkan Esemka Bima jenis mobil pick up. Mobil Esemka ditawarkan dengan harga yang bervariasi. Rajawali II tipe SUV dibandrol dengan harga Rp 130 hingga 140 juta. Sedangkan mobil Bima pick up, kita hargai antara Rp 60 sampai Rp 75 juta. Saat itu bahkan sudah dibuka ke masyarakat pemesanan dengan harga 2 juta rupiah sebagai tanda jadi.

Kali kedua, Esemka dijanjikan akan diluncurkan pada Agustus 2016. Seperti dijanjikan Managing Director PT ACEH, Hosea Sanjaya. Saat itu Hosea mengatakan  menargetkan bulan Agustus Esemka sudah bisa diperkenalkan kepada publik. Kalau bisa terpaut dengan semangat kemerdekaan.

Setelah gagal meluncur pada Agustus 2016, Hose Sanjaya selaku Managing Director PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH) membantah jika proyek mobil nasional merek Esemka mangkrak dan tidak jadi diluncurkan. Dia mengakui sesuai rencana seharusnya mobil Esemka akan diluncurkan pada 19 Agustus 2016 lalu, namun karena ada kendala dan juga pihak perusahaan ingin membenahi kondisi internal membuat peluncuran mobil tersebut ditunda.

Kali ini Hosea menyebut kabar baik kalau produk pertama dari mobil Esemka dipastikan akan diluncurkan pada Agustus tahun 2017 ini. Belum ada kabar tentang mobil jenis apa yang bakal dirilis namun menurut kabar yang beredar adalah mobil jenis komersial seperti pickup.

2018 Mobil bermerek Esemka kembali bakal diluncurkan. Mobil ini diproduksi PT Adiperkasa Citra Lestari yang dikomandani mantan Kepala Badan Intelejen Negara AM Hendropriyono. Hendropriyono mengatakan tahapan untuk memproduksi mobil nasional sudah dilakukan. Semua elemen mulai dari mesin, interior hingga eksterior mobil diproduksi sendiri tanpa keterlibatan pemerintah maupun perusahaan asing.

Baca juga:  Beginilah mestinya keberanian seorang pemimpin : Anies ditekan, Anies melawan

Tak tangung-tanggung, produksi mobil nasional ini akan lebih dari 1.000 unit berbagai varian. Mesinnya di atas 1.000 cc. Soal marketing, Hendropriyono mengaku punya pengalaman karena pernah menjadi petinggi perusahaan mobil asal Korea.

 

5. Dua Pabrik Produksi Esemka tanpa Aktifitas?

Pabrik pertama perakitan mobil Esemka ada di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di situ, melalui PT Global Mandiri Industri yang bertanggung jawab sebagai lokasi perakitan dan workshop mobil China Geely diubah menjadi PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (HERO).

Dilansir dari kumparan.com, Memang tak ada aktivitas yang cukup signifikan di fasilitas milik PT ACEH di Cileungsi ini. Bangunan ini pun terkesan seperti gudang penyimpanan. Mobil berjenis hatchback — Geely Emgrand — dibiarkan terpapar sengatan matahari, guyuran hujan, dan berdebu.
Menurut informasi yang dihimpun kumparan, tak ada peningkatan aktivitas di fasilitas tersebut sejak berganti nama menjadi PT ACEH dua tahun lalu.

Pabrik kedua terdapat di Boyolali. Pabrik mobil Esemka di Boyolali pembangunannya sudah mencapai 95 persen. Namun meskipun sudah 100 persen, pabrik belum bisa memproduksi mobil.

Saat ini, pembangunan masih memasuki tahap I. Menurut penanggung jawab proyek dari PT Ghewantika Kontruksi yang tidak mau disebutkan namanya, pabrik sudah dalam tahap finishing. “Tahap I sudah 95 persen,” jawabnya singkat, Jumat (24/3/2017).

Namun, menurutnya, ketika sudah 100 persen, pabrik juga belum bisa mulai beroperasi. “Masih ada tahap II,” katanya. Dia pun tidak merinci apa saja pekerjaan pada tahap II. “Mungkin tahun depan selesai,” ujarnya. Pantauan sekaligus berita dari detikcom, hanya ada sedikit aktivitas di pabrik yang terletak di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Boyolali itu. Puluhan pekerja bangunan melakukan kegiatan, antara lain pengecatan.

 

 

 

 

 

 

(Visited 1.083 times, 9 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account