Bungkam Aktifis LGBT yang Sebut Soal HAM, Mahfud MD: Indonesia Menganut Particular Human Rights

Polemik soal LGBT tampaknya berakhir dengan tegas, bahwa LGBT dan Zina bisa dimasukan dalam hukum. Alasan bahwa orientasi seksual tidak boleh dipidana berdasarkan Hak Asasi Manusia mendapat bantahan telak dari Prof. Mahfud MD.

Mahfud MD bicara tentang hubungan Hukum dan Agama. Pertentangan paham antara paham Universal Human Rights dan Particular Human Rights mendapatkan jalan tengah dengan ditandatanganinya Deklarasi Cairo tahun 1990 Tentang Hak Asasi Manusia. Agama menjadi sebagai sumber Hukum. Indonesia termasuk yang menandatangani Deklarasi tersebut. Inilah yang menurut Mahfud MD Human Rights yang dianut negara-negara Timur.

Particular Human Rights sendiri dalam teorinya berpandangan Hak asasi manusia tergantung kebutuhan lokal dan masyarakatnya. Karena hukum itu melayani masyarakatnya. Jika LGBT itu tidak boleh, maka jadikan ia Hukum. Apalagi jika masyarakat beragama menyatakan tidak boleh, jadikan ia hukum. Itu yang disebut teori hubungan antara Hukum dan Masyarakat. Bahwa Hukum selalu berubah tergantung masyarakatnya. Demikian Mahfud MD.

Baca juga:  Surat Ahmad Dhani kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu: "Apakah Saya Korban PERANG TOTAL?"

Masih menurut Mahfud MD, dalam pasal 28G ayat 2 yang menyatakan Hak Asasi Manusia seperti LGBT, Zina atau apapun boleh dikurangi oleh Hukum berdasarkan pertimbangan moral, nilai agama dan keamanan masyarakat dan ketertiban umum.

Berikut Video pernyataan Mahfud MD dalam ILC TV One

Dalam kesempatan itu pula Mahfud mengingatkan pentingnya mengawal tentang UU tentang LGBT di DPR. Karena sebagian anggota DPR menolak pasal pidana bagi pelaku Zina dan LGBT.

(Visited 393 times, 1 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account