Sama-sama Dihujat, Film Korea ini Malah Lebih Sigap dalam Menanggapi Keresahan Umat daripada Naura & Genk Juara

jerami 26/11/17 — Sebelum adanya kasak-kusuk film Naura & Genk Juara dunia dihebohkan oleh sebuah Drama Korea yang juga dianggap melecehkan Islam. Drama Korea yang dimaksud adalah “Man Who Dies To Live” yang diperankan oleh Choi Min Soo, Kang Ye Won, dan Shin Sung Rok. Choi Min Soo berperan sebagai Saeed Fahd Ali atau Jang Dal-koo.

Film ini bercerita tentang seorang pria asal Korea Selatan yang berhasil menyelamatkan penguasa Timur Tengah. Sebagai balas budi, pria tersebut mendapatkan kekayaan melimpah. Perjalanan hidupnya setelah kaya raya pun berubah.

Sayangnya, Film dengan latar belakang Timur Tengah ini dianggap menyakiti umat Islam dengan simbol-simbol Islam yang sakral. Dalam posternya terlihat Choi Min Soo duduk dengan kaki terjulur, sementara di depannya ada kitab yang terlihat persis seperti Al-Qur’an yang merupakan kitab suci umat Islam.

Selain itu, dalam sebuah episode terlihat sebuah adegan seseorang yang Sholat. Ibadah yang seharusnya dijalankan dengan khusuk itu entah karena ketidakmengertian, atau sengaja dilakukan, malah dihentikan mendadak karena kedatangan atasannya ditengah-tengah pria tersebut sedang sholat.

Alhasil, reaksipun berdatangan dari umat Islam. Khususnya Netizen dari berbagai belahan dunia. Drama Korea yang sedang larisnya itupun akhirnya meminta maaf dengan setulus-tulusnya. Bukan hanya produser dan MBC sebagai stasiun Televisi Korea yang menayangkan Drama tersebut, bahkan artis-artis yang terlibat di dalamnya pun meminta maaf secara pribadi.

Bahkan penayangannya untuk saluran di seluruh dunia dihentikan. Kabarnya, Film Drama tersebut hanya beredar di Korea Selatan dengan komitmen untuk memperbaiki seluruh adegan yang dianggap akan menyakiti umat Islam.

Baca juga:  Cyber Army : kekuatan baru di jagad media sosial?

Lalu bagaimana dengan Film Naura & Genk Juara?

Film Naura & Genk Juara yang sudah dihujat karena dalam sebuah adegannya itu tampaknya tak bergeming dengan hujatan dari berbagai pihak. Hal yang aneh tentunya, sebuah Film yang bergenre -katanya- anak-anak itu, beredar disebuah negara dengan Mayoritas Muslim, bahkan tak merasa bersalah dengan kelakuannya menyertakan simbol-simbol Islam yang Sakral.

Film ini pun mendapat sorotan dan kecaman banyak pihak. Tak hanya netizen, beberapa tokoh Islam, tokoh politik bahkan seorang Kak Seto (Seto Mulyadi), Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia pun dibuat geram dengan Film Naura & Genk Juara tersebut. Menurutnya, media film terlebih film anak, jangan sampai disusupi oleh unsur-unsur yang menyinggung suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Film yang tayang sejak 16 November 2017 ini bercerita mengenai persahabatan Naura, Okky, dan Bimo. Mereka bertiga mengikuti kompetisi sains di Situ Gunung dan berjumpa dengan Kipli. Kipli adalah seorang ranger cilik yang hendak menggagalkan usaha sindikat perdagangan hewan liar, Trio Licik. Sayangnya, Film ini menyelipkan unsur penghinaan dengan menggambarkan penjahat yang identik dengan “Muslim” yang berjenggot dan selalu mengucapkan “Takbir” dan Dzikir.

Film yang telah menyakiti umat Islam di negeri Mayoritasnya ini disutradarai Oleh Eugene Panji. Hingga saat ini, jangankan para Artis yang terlibat di dalamnya, bahkan Sang Sutradara Eugene Panji dan Produsernya Amalia Prabowo bahkan tak merasa bersalah atas penayangan Film Naura & Genk Juara. Mereka berkelit jika tujuan film ini adalah menyebarkan semangat persahabatan, yang sangat Indonesia.

Baca juga:  Sarinabati Kebumen Sejarah Besar yang Memang Sengaja Dibenamkan

Mungkin benar sebuah karya yang beredar di industri hiburan biasanya diciptakan untuk tujuan menghibur semata, demi memenuhi hasrat penonton. Namun dalam membuat Film, sutradara dan penulis naskah juga tim produksi bertanggung jawab dalam memasukkan berbagai unsur, termasuk budaya dan agama yang dianggap merepresentasikan kondisi tertentu. Memasukan unsur agama dalam sebuah Film haruslah sangat hati-hati dan memperhatikan unsur-unsur nilai yang dianggap sakral hingga tidak menyakitkan bagi umat yang nilai agamanya dimasukan dalam Film tersebut.

Drama Korea, Man Who Dies to Live sebagai negara dengan Islam sebagai minoritas bahkan mampu secara rendah hati meminta maaf kepada umat Islam. Sementara Naura & Genk Juara bahkan belum sepatah katapun meminta maaf. Padahal dari sisi Bisnis, keuntungan Film Naura & Genk Juara sangat jauh dari Drama Korea yang sedang diminati tersebut. Sungguh miris…

 

(DU)

(Visited 190 times, 1 visits today)

admin

leave a comment

Create Account



Log In Your Account